Kamis, 25 Oktober 2018


PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Muhibbin Syah, M.Ed
Wildan Baihaqi, M.Ag










Disusun oleh:
Elis Siti Sondari 116210014
PIAUD III-A


PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD)
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Psikologi penting dipahami oleh setiap kalangan pendidikan baik psikologi agama, perkembangan maupun pendidikan itu sendiri. Berbagai macam jenis-jenis psikologi mempunyai manfaat pada bidangnya masing-masing.
Sering kita mendengar tentang psikologi pendidikan yang dalam istilah lama disebut ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa inggris psychology[1]. Psikologi pendidikan penting dipahami oleh calon-calon pendidik, karena dengan memahami psikolog pendidikan akan mengantarkan calon pendidik menjadi pendidik yang professional dalam proses belajar mengajar disamping itu calon pendidik akan lebih tahu dan mengerti metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak didik.
Maka dari itu sebelum mendalami pengetahuan akan psikologi pendidikan baik kira nya kita mengetahui terlebih dahulu definisi psikologi pendidikan dan pengajaran sebagai pijakan awal untuk lebih memahmi ilmu psikologi pendidikan itu sendiri.

B.     RUMUSAN MASALAH
Akan ada beberapa sub judul yang akan kita pahami pada makalah ini diantaranya:
1.      Apa itu psikologi, pendidikan, dan psikologi pendidikan?
2.      Apa arti penting psikologi pendidikan?
3.      Bagaimana sejarah, cakupan, dan metode psikologi pendidikan itu sendiri?
4.      Apa hakikat dan hubungan antara pendidikan dan pengajaran?

C.    TUJUAN
Untuk mengetahui dan memahami psikolog, pendidikan dan pengajaran

BAB II
PSIKOLOG, PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

A.    DEFINISI PSIKOLOGI, PENDIDIKAN, DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1.      DEFINISI PSIKOLOGI
Psikologi merupakan alih kata bahasa inggris “psychology” dan kata ini berasal dari bahasa Yunani yaitu “psycho”. Adapun “psycho” berarti jiwa, sedangkan “logos” berarti pengetahuan atau ilmu jadi secara etimologis, psikologi dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa.[2]
Jiwa adalah kekuatan dalam diri yang menjadi penggerak bagi jasad dan tingkah laku manusia, jadi psikolog dapat didefinisikan secara singkat sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hubungan-hubungan antarmanusia.[3]
Karena psikologi banyak berhubungan dengan ilmu-ilmu yang lain, maka timbul bermacam-macam definisi psikologi yang satu sama lain berbeda, seperti:
1.      Psikolog adalah ilmu mengenai kehidupan mental (the science of mental life)
2.      Psikologi adalah ilmu mengenai pikiran (the science of mind)
3.      Psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku (the science of behavior)
dan lain-lain definisi yang sangat bergantung pada sudut pandang yang mendefinisikannya.[4]

2.      DEFINISI PENDIDIKAN
Pendididkan berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan me sehingga menjadi “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenal akhlak dan kecerdasan pikiran (lihat kamus bahasa Indonesia, 1991: 232).[5]
Definisi yang lain adalah dari Dewantara yang mengatakan bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat mendapat keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya (TIM MKDK, 1990).[6]

3.      DEFINISI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikolog pendidikan menurut sebagian ahli adalah subdisiplin psikologi, bukan psikologi itu sendiri. Tardif (1987) mendifinisikan psikilogi pendidikan mirip dengan takrif di atas dalam arti cenderung menganggapnya semata-mata sebagai ilmu terapan. Baginya, psikologi pendidikan adalah “… sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang prilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan”. Adapun ruang lingkupnya, meliputi:
1.      Context of teaching and leraning (situasi atau tempat yang berhubungan dengan mengajar dan belajar);
2.      Proses of teaching and learning (tahapan-tahapan dalam mengajar dan belajar);
3.      Outcomes of teaching and learning (hasil-hasil yang dicapai oleh proses mengajar dan belajar.

B.     ARTI PENTING PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikolog pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi para penyelenggara pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Mengapa demikian? Karena prinsip yang terkandung dalam psikolog pendidikan dapat dijadikan landasan berfikir dan bertindak dalam mengelola proses belajar-mengajar.[7]
Setidak-tidaknya ada 10 macam kegiatan pendidikan yang banyak memerlukan prinsip-prinsip psikologis, yakni[8]:
1)      Selessi penerimaan siswa baru;
2)      Perencanaan pendidikan;
3)      Penyusunan kurikulum;
4)      Penelitian pendidikan;
5)      Administrasi kependidikan;
6)      Pemilihan materi pembelajaran ;
7)      Interaksi mengajar-belajar;
8)      Pelayanan bimbingan dan penyuluhan;
9)      Metodologi mengajar;
10)  Pengukuran dan evaluasi.
Dalam menerapkan prinsip-prinsip psikologis tersebut, diperlukan adanya figure-girus yang kompeten yang mampu melaksanakan profesinya secara bertanggung jawab.

C.    SEJARAH, CAKUPAN, DAN METODE PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1.      SEJARAH SINGKAT PSIKOLOG PENDIDIKAN
Psikologi pendidikan mula-mula muncul di Jerman berkat kepeloporan Johnann Friendrich Herbart (1766-1841), seseorang filosof dan psikolog yang namanya diabadikan sebagai aliran pemikiran pendidikan “Herbartianisme”.

2.      CAKUPAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Ruang lingkup pokok bahasan psikologi pendidikan, selain teori-teori psikologi pendidikan segala ilmu juga berbagai aspek psikologis para siswa khususnya ketika mereka terlibat dalam proses belajar dan proses mengajar-belajar.
Secara garis besar, banyak ahli yang membatas pokok-pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam:
1.      Pokok bahasan mengenai “belajar”, yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dab ciri-ciri khas perilau belajar siswa, dan sebagainya.
2.      Pokok basahan mengenai “proses belajar”, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswa.
3.      Pokok bahasa mengenai “situasi belajar”, yakni suana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.

3.      METODE PSIKOLOGI PENDIDIKAN
a.       Metode Eksperimen
b.      Metode kuesioner
c.       Metode Studi Khusus
d.      Metode Penyelididkan Klinis
e.       Metode Observasi Naturalistik

D.    HAKIKAT DAN HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DENGAN PENGAJARAN
1.      Ragam Arti pendidikan
Adapun mengenai istilah “pengajaran” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991) berasal dari kata “ajar”, artinya petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut). Kata “Mengajar” berarti memberi pengajaran.[9]
2.      Hakikat Hubungan Pendidikan dengan Pengajaran
Pendidikan adalah tahapan pengubahan sikap dan tingkah laku manusia baik sebagai individual maupun sebagai kelompok memlalui ikhtiar pengajaran dan pelatihan. Dalam perspektif psikologi, pelatihan sebenarnya masih berada dalam ruang lingkup pengajaran. Artinya, pelatihan adalah salah satu unsur pelasanaan proses pengajaran terutama dalam pengajaran keterampilan ranah karsa.[10]



KESIMPULAN
Psikologi merupakan pengetahuan atau ilmu jadi secara etimologis, psikologi dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa. Sedangkan pendididkan berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan me sehingga menjadi “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan jika disatukan antara psikologi dan pendidikan maka menurut sebagian ahli adalah subdisiplin psikologi, bukan psikologi itu sendiri. Psikolog pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi para penyelenggara pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Sejarah dari psikologi pendidikan mula-mula muncul di Jerman berkat kepeloporan Johnann Friendrich Herbart (1766-1841), seseorang filosof dan psikolog yang namanya diabadikan sebagai aliran pemikiran pendidikan “Herbartianisme”. Ruang lingkup pokok bahasan psikologi pendidikan, selain teori-teori psikologi pendidikan segala ilmu juga berbagai aspek psikologis para siswa khususnya ketika mereka terlibat dalam proses belajar dan proses mengajar-belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Pidarta, M. (2014). Landasan Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Suhada, I. (2016). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syah, M. (2017). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.








[1] Dr. Muhubbinsyah, M.Ed., Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017), hlm. 7
[2] Drs. Idad Suhada, M.Pd., Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini (Raudhatul Athfal), (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), hlm.15
[3] Ibid., hlm. 16
[4] Op. Cit. hlm. 8
[5] Dr. Muhubbinsyah, M.Ed., Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017), hlm. 10.
[6] Prof. Dr. Made Pidarta, Landasan Kependidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014), hlm. 11
[7] Op.Cit., hlm 18.
[8] Ibid., hlm. 25.
[9] Ibid., hlm. 33.
[10] Ibid., hlm. 35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar