PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Muhibbin Syah, M.Ed
Wildan Baihaqi, M.Ag
Disusun oleh:
Elis Siti Sondari 116210014
PIAUD III-A
PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD)
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Psikologi penting dipahami oleh setiap kalangan pendidikan baik
psikologi agama, perkembangan maupun pendidikan itu sendiri. Berbagai macam
jenis-jenis psikologi mempunyai manfaat pada bidangnya masing-masing.
Sering kita mendengar tentang psikologi pendidikan yang dalam
istilah lama disebut ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa inggris psychology[1].
Psikologi pendidikan penting dipahami oleh calon-calon pendidik, karena dengan
memahami psikolog pendidikan akan mengantarkan calon pendidik menjadi pendidik
yang professional dalam proses belajar mengajar disamping itu calon pendidik
akan lebih tahu dan mengerti metode pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik anak didik.
Maka dari itu sebelum mendalami pengetahuan akan psikologi
pendidikan baik kira nya kita mengetahui terlebih dahulu definisi psikologi
pendidikan dan pengajaran sebagai pijakan awal untuk lebih memahmi ilmu
psikologi pendidikan itu sendiri.
B.
RUMUSAN MASALAH
Akan ada beberapa sub judul yang akan kita pahami pada makalah ini
diantaranya:
1.
Apa itu
psikologi, pendidikan, dan psikologi pendidikan?
2.
Apa arti
penting psikologi pendidikan?
3.
Bagaimana sejarah,
cakupan, dan metode psikologi pendidikan itu sendiri?
4.
Apa hakikat dan
hubungan antara pendidikan dan pengajaran?
C.
TUJUAN
Untuk mengetahui dan memahami psikolog, pendidikan dan pengajaran
BAB II
PSIKOLOG, PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
A.
DEFINISI
PSIKOLOGI, PENDIDIKAN, DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1.
DEFINISI
PSIKOLOGI
Psikologi merupakan alih kata bahasa inggris “psychology”
dan kata ini berasal dari bahasa Yunani yaitu “psycho”. Adapun “psycho”
berarti jiwa, sedangkan “logos” berarti pengetahuan atau ilmu jadi
secara etimologis, psikologi dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang jiwa
atau ilmu jiwa.[2]
Jiwa adalah kekuatan dalam diri yang menjadi penggerak bagi jasad
dan tingkah laku manusia, jadi psikolog dapat didefinisikan secara singkat
sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hubungan-hubungan
antarmanusia.[3]
Karena psikologi banyak berhubungan dengan ilmu-ilmu yang lain,
maka timbul bermacam-macam definisi psikologi yang satu sama lain berbeda,
seperti:
1.
Psikolog adalah
ilmu mengenai kehidupan mental (the science of mental life)
2.
Psikologi
adalah ilmu mengenai pikiran (the science of mind)
3.
Psikologi
adalah ilmu mengenai tingkah laku (the science of behavior)
dan lain-lain definisi yang sangat bergantung pada sudut pandang
yang mendefinisikannya.[4]
2.
DEFINISI
PENDIDIKAN
Pendididkan berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat
awalan me sehingga menjadi “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan.
Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan
pimpinan mengenal akhlak dan kecerdasan pikiran (lihat kamus bahasa
Indonesia, 1991: 232).[5]
Definisi yang lain adalah dari Dewantara yang mengatakan bahwa
pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat mendapat keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya (TIM MKDK, 1990).[6]
3.
DEFINISI
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikolog pendidikan menurut sebagian ahli adalah subdisiplin
psikologi, bukan psikologi itu sendiri. Tardif (1987) mendifinisikan psikilogi
pendidikan mirip dengan takrif di atas dalam arti cenderung menganggapnya
semata-mata sebagai ilmu terapan. Baginya, psikologi pendidikan adalah “…
sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang
prilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan”. Adapun ruang lingkupnya,
meliputi:
1.
Context of
teaching and leraning (situasi atau
tempat yang berhubungan dengan mengajar dan belajar);
2.
Proses of
teaching and learning
(tahapan-tahapan dalam mengajar dan belajar);
3.
Outcomes of
teaching and learning (hasil-hasil
yang dicapai oleh proses mengajar dan belajar.
B.
ARTI PENTING
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikolog pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi para
penyelenggara pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan. Mengapa demikian? Karena prinsip yang terkandung dalam psikolog
pendidikan dapat dijadikan landasan berfikir dan bertindak dalam mengelola
proses belajar-mengajar.[7]
Setidak-tidaknya ada 10 macam kegiatan pendidikan yang banyak
memerlukan prinsip-prinsip psikologis, yakni[8]:
1)
Selessi
penerimaan siswa baru;
2)
Perencanaan
pendidikan;
3)
Penyusunan
kurikulum;
4)
Penelitian
pendidikan;
5)
Administrasi
kependidikan;
6)
Pemilihan
materi pembelajaran ;
7)
Interaksi
mengajar-belajar;
8)
Pelayanan
bimbingan dan penyuluhan;
9)
Metodologi
mengajar;
10)
Pengukuran dan
evaluasi.
Dalam menerapkan prinsip-prinsip psikologis tersebut, diperlukan adanya
figure-girus yang kompeten yang mampu melaksanakan profesinya secara
bertanggung jawab.
C.
SEJARAH,
CAKUPAN, DAN METODE PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1.
SEJARAH SINGKAT
PSIKOLOG PENDIDIKAN
Psikologi pendidikan mula-mula muncul di Jerman berkat kepeloporan
Johnann Friendrich Herbart (1766-1841), seseorang filosof dan psikolog yang
namanya diabadikan sebagai aliran pemikiran pendidikan “Herbartianisme”.
2.
CAKUPAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Ruang lingkup pokok bahasan psikologi pendidikan, selain
teori-teori psikologi pendidikan segala ilmu juga berbagai aspek psikologis
para siswa khususnya ketika mereka terlibat dalam proses belajar dan proses
mengajar-belajar.
Secara garis besar, banyak ahli yang membatas pokok-pokok bahasan
psikologi pendidikan menjadi tiga macam:
1.
Pokok bahasan
mengenai “belajar”, yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dab ciri-ciri
khas perilau belajar siswa, dan sebagainya.
2.
Pokok basahan
mengenai “proses belajar”, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi
dalam kegiatan belajar siswa.
3.
Pokok bahasa
mengenai “situasi belajar”, yakni suana dan keadaan lingkungan baik bersifat
fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.
3.
METODE
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
a.
Metode
Eksperimen
b.
Metode
kuesioner
c.
Metode Studi
Khusus
d.
Metode
Penyelididkan Klinis
e.
Metode
Observasi Naturalistik
D.
HAKIKAT DAN
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DENGAN PENGAJARAN
1.
Ragam Arti
pendidikan
Adapun mengenai istilah “pengajaran” menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1991) berasal dari kata “ajar”, artinya petunjuk yang diberikan
kepada orang supaya diketahui (diturut). Kata “Mengajar” berarti memberi
pengajaran.[9]
2.
Hakikat
Hubungan Pendidikan dengan Pengajaran
Pendidikan adalah tahapan pengubahan sikap dan tingkah laku manusia
baik sebagai individual maupun sebagai kelompok memlalui ikhtiar pengajaran dan
pelatihan. Dalam perspektif psikologi, pelatihan sebenarnya masih berada dalam
ruang lingkup pengajaran. Artinya, pelatihan adalah salah satu unsur pelasanaan
proses pengajaran terutama dalam pengajaran keterampilan ranah karsa.[10]
KESIMPULAN
Psikologi merupakan pengetahuan atau ilmu jadi secara etimologis,
psikologi dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa.
Sedangkan pendididkan berasal dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan
me sehingga menjadi “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan jika
disatukan antara psikologi dan pendidikan maka menurut sebagian ahli adalah
subdisiplin psikologi, bukan psikologi itu sendiri. Psikolog pendidikan
merupakan alat bantu yang penting bagi para penyelenggara pendidikan dalam
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Sejarah dari psikologi pendidikan mula-mula muncul di Jerman berkat
kepeloporan Johnann Friendrich Herbart (1766-1841), seseorang filosof dan
psikolog yang namanya diabadikan sebagai aliran pemikiran pendidikan
“Herbartianisme”. Ruang lingkup pokok bahasan psikologi pendidikan, selain
teori-teori psikologi pendidikan segala ilmu juga berbagai aspek psikologis
para siswa khususnya ketika mereka terlibat dalam proses belajar dan proses
mengajar-belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Pidarta, M. (2014). Landasan Pendidikan.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Suhada, I. (2016). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Syah, M. (2017). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
[1] Dr.
Muhubbinsyah, M.Ed., Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2017), hlm. 7
[2] Drs.
Idad Suhada, M.Pd., Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini (Raudhatul
Athfal), (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), hlm.15
[3] Ibid.,
hlm. 16
[4] Op.
Cit. hlm. 8
[5] Dr.
Muhubbinsyah, M.Ed., Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2017), hlm. 10.
[6]
Prof. Dr. Made Pidarta, Landasan Kependidikan, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2014), hlm. 11
[7] Op.Cit.,
hlm 18.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar